Solo. Presiden Prabowo Subianto pada hari Rabu meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Indonesia (KEI) Emirates, sebuah fasilitas kesehatan canggih yang didanai penuh oleh Uni Emirat Arab di Solo, Jawa Tengah.
Prabowo berterima kasih kepada pemerintah UEA atas kontribusinya dan menyebut rumah sakit tersebut sebagai simbol persahabatan abadi kedua negara.
“Hal ini mencerminkan kemurahan hati Presiden Uni Emirat Arab, Yang Mulia Muhammad bin Zayed Al-Nahyan, yang sejak masa mudanya selalu menunjukkan kasih sayang yang besar kepada bangsa kita,” kata Prabowo dalam sambutannya, yang disampaikan di hadapan Syeikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Wakil Ketua Kantor Kepresidenan UEA Bidang Pembangunan dan Urusan Syuhada.
Rumah Sakit KEI yang terletak di dalam Solo Techno Park ini dirintis pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Prabowo mengaku merasa beruntung menjadi orang yang meresmikannya.
“Pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan beliau. Saya sangat beruntung tinggal meresmikannya. Nasib tidak bisa dipungkiri,” candanya.
Prabowo menambahkan, saat ini Indonesia hanya memiliki empat rumah sakit yang memenuhi standar KEI, dan pemerintah berencana membangun 66 rumah sakit baru yang memenuhi atau melampaui standar tersebut.
Pembangunannya dibiayai sepenuhnya oleh UEA, sedangkan pengelolaan operasionalnya berada di bawah Kementerian Kesehatan RI. Total hibah berjumlah Rp 417,3 miliar (sekitar $25 juta), mencakup pembangunan dan pengadaan peralatan medis berstandar internasional.
Fitur KEI:
- layanan kardiologi intervensi
- operasi jantung
- fasilitas diagnostik lengkap (CT scan, MRI, ekokardiografi, treadmill, holter monitoring, USG 4D)
- unit hemodialisis
- perawatan intensif bagi pasien gagal jantung
- Serah Terima Masa Depan kepada Pemerintah Kota
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, rumah sakit tersebut untuk sementara dikelola Kementerian Kesehatan sementara Pemkot menyiapkan tenaga medis untuk serah terima penuh.
“Saya berterima kasih kepada Menteri Kesehatan yang menangani penanganan sementara dan memberi kami waktu empat tahun untuk mempersiapkan dokter dan tenaga medis sebelum diserahterimakan ke pemerintah kota,” kata Respati.
Untuk menjaga standar pelayanan, KEI saat ini didukung oleh tenaga medis – dokter dan perawat – dari dr. RS Sardjito Yogyakarta.
“Pengelolaan KEI nantinya akan dialihkan ke Pemkot Solo karena tanah tersebut milik masyarakat Solo,” tambah Respati.