Jakarta. Pihak berwenang Indonesia meningkatkan kewaspadaan gunung berapi Gunung Semeru ke tingkat tertinggi pada hari Rabu setelah serangkaian letusan.
Gunung Semeru di provinsi Jawa Timur mengeluarkan longsoran awan abu panas dan campuran batuan, lava, dan gas yang membakar hingga 7 kilometer (4,3 mil) menuruni lerengnya beberapa kali sejak tengah hari hingga senja, sementara kolom awan panas naik 2 kilometer (1,2 mil) ke udara, kata Badan Geologi Indonesia dalam sebuah pernyataan.
Letusan sepanjang hari tersebut menyelimuti beberapa desa dengan abu yang berjatuhan dan memaksa pihak berwenang menaikkan tingkat kewaspadaan gunung berapi sebanyak dua kali, dari tingkat tertinggi ketiga ke tingkat tertinggi, kata badan tersebut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Semeru, juga dikenal sebagai Mahameru, telah meletus berkali-kali dalam 200 tahun terakhir. Namun, seperti halnya dengan banyak dari 129 gunung berapi aktif di Indonesia, puluhan ribu orang masih hidup di lereng suburnya.
Indonesia, negara kepulauan dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, terletak di sepanjang “Cincin Api” Pasifik, serangkaian garis patahan berbentuk tapal kuda, dan rentan terhadap gempa bumi dan aktivitas gunung berapi.