Banyuwangi, E. Java. Operasi pencarian untuk para korban KMP TUNU Pratama Jaya Ferry yang tenggelam di Selat Bali telah secara resmi berakhir pada hari Senin, 21 Juli, setelah perpanjangan selama seminggu.
Feri tenggelam pada 2 Juli, saat melintasi Selat Bali. Menurut Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas), kapal itu membawa 65 orang, termasuk 53 penumpang dan 12 anggota awak, bersama dengan 22 kendaraan.
Pencarian yang diperpanjang dilakukan dengan dukungan dari kantor Surabaya SAR, pos Banyuwangi SAR, militer dan polisi, dan Badan Mitigasi Bencana Banyuwangi (BPBD). Selama seminggu terakhir, tim penyelamat menghadapi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, yang menghambat upaya pencarian.
Nanang Sigit, kepala kantor Surabaya SAR dan koordinator misi SAR, mengatakan Basarnas telah memimpin operasi pencarian awal dari 2 Juli hingga 14 Juli. Tanggung jawab kemudian dipindahkan ke tim SAR regional, yang melanjutkan pencarian dari 15 Juli hingga 21 Juli.
“Setelah 20 hari, tidak ada tanda -tanda korban lebih lanjut, jadi sesuai dengan prosedur, kami secara resmi mengakhiri operasi SAR,” kata Nanang selama konferensi pers di pelabuhan Ketapang.
Selama operasi, 49 orang ditemukan, termasuk 30 orang yang selamat dan 19 orang yang meninggal, empat di antaranya tetap tidak dikenal. Berdasarkan manifes penumpang, 16 orang masih hilang dan dianggap hilang.
Nanang mengatakan bahwa jika tanda -tanda korban ditemukan di masa depan, operasi SAR dapat dibuka kembali.