Indonesia Eyes Wisata Lonjakan dengan Phuket, Penerbangan Bangkok ke Medan, Surabaya

Rizal Santoso
Rizal Santoso

Sebagai jurnalis yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di media Indonesia, saya berkomitmen untuk menyajikan informasi yang relevan dan otentik agar pembaca lebih dekat dengan keragaman Indonesia.

Jakarta. Presiden Prabowo Subianto pada hari Senin menyambut peluncuran rute penerbangan baru yang menghubungkan Bangkok dan Phuket ke Surabaya dan Medan yang mengatakan peningkatan konektivitas udara akan membantu memperkuat ikatan ekonomi dan meningkatkan pariwisata dua arah.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra setelah pertemuan bilateral di Gedung Pemerintah di Bangkok, Prabowo juga menyoroti upaya bersama untuk memajukan penerbangan dan teknologi terkait.

“Kami juga menyambut kerja sama dalam penerbangan dan pengembangan teknologi bersama di sektor ini,” kata Prabowo selama acara yang disiarkan televisi, yang disiarkan secara online dan dilihat di Jakarta.

Perdana Menteri Paetongtarn mengatakan rute baru akan menghubungkan Thailand dengan Jawa Timur dan Sumatra Utara. “Rute ini akan meningkatkan pariwisata dua arah dan meningkatkan konektivitas reguler dan regional,” katanya. Pemerintah Thailand, tambahnya, telah menugaskan lembaga -lembaga terkait dengan mengeksplorasi kerja sama lebih lanjut di sektor pariwisata.

Indonesia telah menetapkan target untuk menarik antara 14 juta dan 16 juta wisatawan internasional tahun ini, setelah menyambut 13,9 juta pengunjung asing pada tahun 2024, menurut data dari Central Statistics Agency (BPS). Sebaliknya, Thailand menerima 35,5 juta wisatawan internasional tahun lalu.

Aliran pariwisata antara kedua negara menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat. Pada tahun 2024, sekitar 119.000 wisatawan Thailand mengunjungi Indonesia, sementara sekitar 876.000 orang Indonesia melakukan perjalanan ke Thailand.

Dalam pembicaraan bilateral mereka yang lebih luas, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk memperdalam kerja sama ekonomi dengan Thailand. Dia mengatakan kedua negara sedang bersiap untuk mengadakan Komisi Perdagangan Bersama pertama, yang akan melibatkan lembaga perdagangan dan investasi dari masing -masing pihak.

“Komitmen kami adalah memegang Komisi Perdagangan Bersama pertama dalam waktu dekat,” kata Prabowo.

Perdagangan dan investasi antara kedua negara saat ini berjumlah sekitar $ 18 miliar per tahun. Prabowo mengatakan kedua belah pihak bekerja untuk meningkatkan angka ini dengan mengembangkan industri halal dan mempromosikan ekonomi digital, terutama di fintech, e-commerce, dan infrastruktur.

Komisi Perdagangan Bersama yang akan datang diharapkan berfungsi sebagai forum strategis untuk meningkatkan volume perdagangan, menyelesaikan hambatan tarif dan non-tarif, dan mengeksplorasi peluang kolaborasi baru di seluruh sektor perdagangan industri dan digital.