Ross Nordeen, yang tampaknya merupakan ‘operator kanan’ Musk, dilaporkan menjadi salah satu pendiri terakhir yang meninggalkan xAI.
xAI dilaporkan telah kehilangan salah satu pendirinya yang ke-11, meninggalkan Elon Musk sebagai satu-satunya anggota tim pendiri yang beranggotakan 12 orang yang masih berada di perusahaan tersebut.
Ross Nordeen mengambil langkah untuk meninggalkan xAI hanya beberapa hari setelah Manuel Kroiss dilaporkan memberi tahu orang-orang bahwa dia akan meninggalkan perusahaan. Baik salah satu pendiri yang keluar maupun xAI belum membuat pernyataan mengenai kepergian tersebut. Namun, Nordeen kehilangan lencana di X yang mengidentifikasi dirinya sebagai karyawan xAI.
Kroiss dan Nordeen melapor langsung ke Musk, menurut Business Insider, sementara Nordeen, yang mengikuti Musk dari Tesla, bertindak sebagai “operator tangan kanannya”. Nordeen juga dilaporkan membantu mengoordinasikan PHK besar-besaran di X setelah Musk mengambil alih perusahaan tersebut pada tahun 2022.
Awal bulan ini, Zihang Dai dilaporkan meninggalkan xAI, sementara Guodong Zhang memposting di X mengumumkan kepergiannya.
Keluarnya perusahaan terbaru ini menandai eksodus terakhir salah satu pendiri xAI, yang perusahaan induknya SpaceX sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) bersejarah yang dapat memberi nilai pada raksasa teknologi tersebut dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,75 triliun.
Kesibukan untuk keluar dari xAI dimulai setelah perusahaan tersebut diakuisisi oleh perusahaan Musk lainnya, SpaceX pada bulan Februari. xAI telah mengakuisisi X pada Maret 2025.
Toby Pohlen mengumumkan pada akhir Februari bahwa dia akan meninggalkan perusahaan. Dia adalah salah satu pendiri ketujuh yang keluar dari xAI dalam waktu kurang dari tiga tahun, setelah Jimmy Ba dan Tony Wu, yang keluar pada awal bulan itu.
Kyle Kosic keluar pada tahun 2024, diikuti oleh Igor Babuschkin dan Christian Szegedy pada tahun 2025. Greg Yang, salah satu pendiri lainnya, mengumumkan pada bulan Januari bahwa ia akan mengundurkan diri setelah didiagnosis menderita penyakit Lyme.
Reuters baru-baru ini melaporkan bahwa Musk akan mengalokasikan sebanyak 30 persen saham dalam IPO SpaceX kepada investor ritel, sebuah langkah yang akan membantunya menentukan siapa pemilik perusahaan tersebut dan bagaimana sahamnya diperdagangkan.