‘Pakaian memainkan peran penting dalam kenyamanan dan kesejahteraan sehari-hari, namun kebutuhan sensorik anak autis sering kali diabaikan.’
Syeda Maryam Hussain bergabung dengan Walton Institute di South East Technological University tahun lalu sebagai peneliti PhD yang berfokus pada desain tekstil, bahan cerdas, dan pengembangan garmen fungsional.
Dia adalah anggota divisi Sistem Pervasif Ekosistem Seluler, tempat penelitiannya berfokus pada pengembangan pakaian inovatif yang dapat dipakai untuk mendukung solusi perawatan kesehatan yang dipersonalisasi.
Proyek doktoralnya mengeksplorasi integrasi tekstil pintar dan penginderaan elektromiografi untuk menciptakan sistem pelatihan adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan anak autis.
Hussain meraih gelar master sains dalam bidang pakaian dan mode canggih dari Universitas Tekstil Nasional di Pakistan, dan gelar BFA dalam bidang kerajinan dan desain tekstil dari Lahore College for Women University, di mana ia juga menjabat sebagai dosen.
Ceritakan kepada kami tentang penelitian yang sedang Anda kerjakan
Penelitian kami saat ini mengeksplorasi preferensi pakaian dan bahan pada anak autis, sebuah area yang hanya mendapat sedikit perhatian meskipun sensitivitas sensorik mempunyai peran penting dalam kehidupan sehari-hari.
Proyek ini dikembangkan untuk mengatasi kesenjangan ini dan bertujuan untuk mendukung desain pakaian yang lebih inklusif dan ramah sensorik.
Saat ini kami sedang dalam tahap pertama penelitian – melakukan survei dengan orang tua dan pengasuh anak autis untuk lebih memahami pengalaman mereka saat membeli pakaian, termasuk jenis bahan yang disukai dan tantangan umum yang dihadapi.
Temuan ini akan menginformasikan proses desain bersama yang akan memandu pengembangan dan pembuatan prototipe pakaian yang disesuaikan dengan kebutuhan anak autis.
Dengan menempatkan pengalaman keluarga sebagai pusat penelitian, kami berharap dapat berkontribusi pada solusi pakaian yang lebih nyaman, mudah diakses, dan inklusif untuk anak-anak autis.
Mengapa penelitian Anda penting?
Penelitian ini penting karena pakaian memainkan peran penting dalam kenyamanan dan kesejahteraan sehari-hari, namun kebutuhan sensorik anak autis sering kali terabaikan. Dengan memahami pengalaman orang tua dan mengidentifikasi jenis bahan yang disukai, kami dapat membantu menginformasikan desain pakaian yang lebih inklusif dan ramah sensorik.
Kami berharap penelitian ini dapat mengarah pada pengembangan pakaian yang meningkatkan kenyamanan, mendukung partisipasi dalam aktivitas sehari-hari, dan meningkatkan kualitas hidup anak autis dan keluarganya. Hal ini juga dapat mendorong kesadaran yang lebih besar terhadap desain inklusif dalam industri pakaian dan tekstil.
Apa yang menginspirasi Anda untuk menjadi peneliti?
Latar belakang saya sebagai dosen memicu minat saya pada penelitian dan peluang untuk berkontribusi pada pekerjaan yang bermakna dan berbasis bukti.
Secara pribadi, memiliki keponakan penderita autisme menginspirasi saya untuk melanjutkan proyek ini. Melihat beberapa tantangan yang dia alami dalam kehidupan sehari-hari memotivasi saya untuk mencari cara agar penelitian dapat membantu meningkatkan kenyamanan, inklusi, dan kualitas hidup anak autis dan keluarganya.
Apa saja tantangan atau kesalahpahaman terbesar yang Anda hadapi sebagai peneliti di bidang Anda?
Salah satu tantangan terbesarnya adalah terbatasnya penelitian yang tersedia mengenai kebutuhan pakaian individu autis, khususnya yang berkaitan dengan preferensi sensorik. Terdapat juga kesalahpahaman umum bahwa pakaian hanyalah masalah kecil, padahal kenyataannya hal itu dapat berdampak signifikan terhadap kenyamanan, kesejahteraan, dan partisipasi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penelitian ini, kami berharap dapat menyoroti pentingnya desain yang inklusif dan ramah sensorik bagi anak-anak autis.
Apakah menurut Anda keterlibatan publik terhadap ilmu pengetahuan dan data telah berubah dalam beberapa tahun terakhir?
Ya, saya yakin keterlibatan masyarakat terhadap sains dan penelitian telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi Covid-19.
Pandemi ini menyoroti pentingnya bukti dan data ilmiah dalam pengambilan keputusan dan kehidupan sehari-hari. Hal ini juga mendorong lebih banyak orang untuk terlibat dalam penelitian dan mengajukan pertanyaan tentang bagaimana penelitian dilakukan. Peningkatan kesadaran ini menghadirkan peluang berharga bagi para peneliti untuk mengkomunikasikan pekerjaan mereka secara lebih efektif dan menunjukkan dampaknya di dunia nyata.
Bagaimana Anda mendorong keterlibatan dengan pekerjaan Anda sendiri?
Saya mendorong keterlibatan dalam pekerjaan saya dengan melibatkan orang tua dan pengasuh selama proses penelitian dan memastikan pengalaman mereka membantu membentuk proyek.
Saya juga bertujuan untuk mengkomunikasikan temuan dengan cara yang jelas dan mudah diakses melalui presentasi, publikasi, dan aktivitas keterlibatan publik, membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya desain pakaian yang ramah sensorik dan inklusif.