Jaksa penuntut junior tenggelam di Sungai Asahan saat mengejar tersangka korupsi

Rizal Santoso
Rizal Santoso

Sebagai jurnalis yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di media Indonesia, saya berkomitmen untuk menyajikan informasi yang relevan dan otentik agar pembaca lebih dekat dengan keragaman Indonesia.

Simalungun, Sumatra Utara. Seorang jaksa penuntut junior berusia 24 tahun telah meninggal setelah tenggelam di Sungai Asahan sambil mengejar seorang tersangka korupsi yang melompat ke air untuk menghindari penangkapan.

Tubuh Ginting Reynanda Primta, seorang jaksa penuntut yang baru ditugaskan di kantor Kejaksaan Distrik Simalungun, ditemukan pada hari Kamis – satu hari setelah insiden itu.

Reynanda telah berusaha menangkap Kardiyanto, kepala desa Banjar Hulu di Kabupaten Simalungun, yang diduga menggelapkan lebih dari Rp 300 juta ($ 18.000) dalam dana negara.

Saksi mata mengatakan Reynanda berjuang untuk tetap mengapung di tengah jalan dan akhirnya kehabisan kekuatan. Seorang penduduk, Fahri (42), mencoba menyelamatkannya dengan berenang ke sungai, tetapi ia juga tersapu oleh arus dan tetap hilang.

Kardiyanto hampir tenggelam tetapi diselamatkan dan sekarang ditahan di Kantor Kejaksaan Distrik untuk ditanyai.

Petugas Pencarian dan Penyelamat Irfanta Sembiring mengatakan mayat Reynanda ditemukan sekitar tiga kilometer di hilir dari lokasi insiden.

“Pencarian penduduk yang hilang sedang berlangsung di sepanjang Sungai Asahan,” kata Irfanta.

Menurut Edison Sumitro Situmorang, kepala Divisi Intelijen di Kantor Kejaksaan Distrik Simalungun, Reynanda dan timnya telah mendekati kepala desa dan bendahara desa di sebuah kafe di Kabupaten Asahan untuk mengawal mereka untuk diinterogasi.

“Setibanya, kepala desa menolak dan melarikan diri ke arah sungai. Petugas yang mengejarnya tersapu oleh arus dan tidak bisa diselamatkan,” kata Edison.