Dari Bali Dengan Cinta: Bagaimana Dmitry Shcherbakov Membangun Liga.Tennis Menjadi Pembangkit Tenaga Olahraga Raket Indonesia

Rizal Santoso
Rizal Santoso

Sebagai jurnalis yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di media Indonesia, saya berkomitmen untuk menyajikan informasi yang relevan dan otentik agar pembaca lebih dekat dengan keragaman Indonesia.

Jakarta. Apa yang dimulai sebagai hobi mantan bankir dari Ukraina telah berubah menjadi salah satu komunitas olahraga raket dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Temui Dmitry Shcherbakov, pendiri Liga.Tennis, platform olahraga kelahiran Bali yang telah berevolusi dari aplikasi pertandingan tenis sederhana menjadi merek gaya hidup olahraga lengkap yang kini mencakup tenis, padel, dan Pickleball di bawah satu bendera.

“Saya belum pernah menyentuh raket tenis sebelum tahun 2016,” kata Dmitry kepada Wisesa Media. “Saya berusia 32 tahun, dan teman saya menawari saya pelajaran tenis gratis. Awalnya saya skeptis dan sekarang inilah hidup saya.”

Pelajaran di Denpasar dengan pelatih Jordan Sanchez, yang kini menjabat sebagai CEO Liga.Tennis, mengubah segalanya. Dalam beberapa bulan, Dmitry bermain lima kali seminggu dan segera mulai membayangkan sebuah platform digital untuk menghubungkan para pemain tenis di seluruh Bali.

Liga.Tennis lahir, secara harfiah, pada 14 Februari 2017, hari yang sama dengan kelahiran putra Dmitry, Justin Valentine. “Dari ruang bersalin, saya memberi tahu programmer, ‘Siarkan’,” Dmitry tertawa. “Begitulah cara Liga.Tennis online.”

Dalam beberapa bulan, ribuan pengguna bergabung dengan situs web ini tanpa anggaran pemasaran apa pun. Apa yang awalnya merupakan ruang komunitas segera berubah menjadi sesuatu yang lebih besar: gagasan membangun rumah bagi para penggemar tenis di Bali.

“Saya sadar Bali punya begitu banyak lapangan tenis, tapi tidak ada tempat di mana orang bisa bertemu,” katanya. “Kami membutuhkan klub yang nyata, bukan hanya sebuah aplikasi.”

Dengan dana terbatas dan investor yang tiba-tiba mundur, Dmitry dan istrinya yang warga negara Indonesia, Ayu, memutuskan untuk mengambil langkah berani. Mereka menggadaikan rumahnya sendiri untuk membangun Liga.Tenis Umalas di Canggu klub fisik pertama mereka. “Semuanya atau tidak sama sekali,” katanya. “Kami hanya mempercayainya.”

Keyakinan itu membuahkan hasil. Pada tahun 2019, Novak Djokovic, petenis top dunia, mengunjungi Liga.Tennis Umalas, langsung menempatkan Indonesia di peta tenis dunia. “Ketika Djokovic datang dan memposting tentang klub kami, orang-orang di mana pun berkata, ‘Tunggu, Indonesia punya klub tenis?’” kenang Dmitry.

Co-founder Ayu Shcerbakov (baju putih) dan Founder Dmitry Shcherbakov (baju hitam) Liga.Tennis pertama kali meluncurkan Beach Tennis di Bali. (Foto milik Liga.Tenis)

Bahkan selama pandemi, tenis berkembang pesat sebagai olahraga jarak jauh. Liga.Tennis menjaga lapangannya tetap terbuka dan menjadi lebih sibuk dari sebelumnya. Segera setelah itu, Dmitry memperluas mereknya dengan fasilitas lain di Sanur, memperkenalkan fasilitas baru seperti gym, kolam renang, dan sanggar tari.

Namun seiring berkembangnya Liga.Tennis, Dmitry dan timnya menyadari bahwa ceruk sebenarnya mereka adalah olahraga raket, bukan kebugaran umum. Fokus tersebut mendorong mereka untuk memperkenalkan padel, olahraga yang berkembang pesat mirip dengan tenis tetapi dimainkan di lapangan tertutup yang lebih kecil.

“Kami adalah klub padel kedua di Indonesia,” katanya. “Masuk akal, tenis, padel, dan sekarang pickball adalah bagian dari satu keluarga.”

Misalnya, antara lain klub-klub yang sedang dibangun, klub Liga.Tennis Uluwatu, yang akan dibuka, mencerminkan evolusi tersebut. Fasilitas ini akan menampilkan dua lapangan tenis tertutup, empat lapangan padel tertutup, dan lima lapangan Pickerball, yang merupakan pusat lengkap bagi pecinta olahraga raket.

Namun bagi Dmitry, tujuannya tetap sama: membangun komunitas melalui olahraga, bukan keuntungan. “Saya jamin, ini bukan tentang uang,” katanya. “Saya hanya ingin tempat di mana orang bisa bertemu, bermain, dan merasa terinspirasi.”

Saat ini, Liga.Tennis berdiri lebih dari sekadar klub, namun merupakan simbol semangat, ketahanan, dan kecintaan terhadap permainan. “Raja olahraga raket akan selalu tenis,” kata Dmitry. “Tetapi pada akhirnya, yang terpenting bukanlah olahraga apa yang Anda mainkan. Ini tentang kegembiraan bermain bersama.”