Tencent menguji agen AI baru Xiaowei di WeChat

Rizal Santoso
Rizal Santoso

Sebagai jurnalis yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di media Indonesia, saya berkomitmen untuk menyajikan informasi yang relevan dan otentik agar pembaca lebih dekat dengan keragaman Indonesia.

Dikenal sebagai ‘Weixin’ di Tiongkok, WeChat telah meluncurkan agen AI secara bertahap.

Tencent sedang menguji asisten AI baru pada ‘aplikasi super’ WeChat, sebagai upaya perusahaan untuk mengejar ketertinggalan dari perusahaan seangkatannya di Tiongkok dan global.

WeChat – dikenal sebagai ‘Weixin’ di Tiongkok – adalah platform perpesanan paling populer di Tiongkok dengan sekitar 1,4 miliar pengguna, dan juga memiliki fungsi untuk media sosial, layanan pemesanan kendaraan, dan pembayaran. WeChat telah meluncurkan agen tersebut secara bertahap.

Pengguna dapat berinteraksi dengan agen AI, yang disebut ‘Xiaowei’, melalui teks atau suara, dan menyelesaikan tugas dengan memanfaatkan aplikasi mini. Agen membantu berbagai tugas, termasuk mengubah pengaturan, mengirim pesan, memesan makanan, memanggil kendaraan, dan menghasilkan gambar.

Xiaowei menggunakan model bahasa besar WeLM milik WeChat, sekaligus memanfaatkan DeepSeek untuk memproses beberapa pertanyaan.

Tencent terkait erat dengan DeepSeek dan dilaporkan memimpin pendanaan senilai $7,4 miliar baru-baru ini ke dalam startup AI. Perusahaan juga dilaporkan telah mengusulkan untuk mengambil 20 persen saham di perusahaan rintisan tersebut.

Sementara itu, The Information melaporkan pekan lalu bahwa Tencent sedang bersiap untuk membeli kembali Manus dari Meta setelah Tiongkok memblokir akuisisi senilai $2 miliar. HSG dan ZhenFund juga dilaporkan ingin membeli kembali Manus menggunakan modal segar.

Meskipun memiliki saham di perusahaan-perusahaan AI terkemuka di negara ini, Tencent tertinggal dari rekan-rekannya, ByteDance dan Alibaba dalam hal adopsi dan kemajuan dalam teknologi AI.

Alibaba telah mengintegrasikan layanan perjalanan, peta, dan e-commerce ke dalam aplikasi Qwen AI-nya, sementara ByteDance telah menambahkan fungsi agen ke dalam aplikasinya yang disebut Doubao.

Financial Times melaporkan rencana Tencent untuk meluncurkan agen AI tertanam awal bulan ini, dengan tekanan tambahan dari agen-agen sezamannya yang berkinerja baik.

Publikasi tersebut melaporkan bahwa perusahaan menjadikan agen AI sebagai prioritas strategis tertingginya, sementara perkiraan internal menunjukkan bahwa peluncuran penuh Xiaowei akan sangat merugikan perusahaan. Tencent sendiri sudah memiliki chatbot yang tertanam dengan fungsi pencarian di WeChat bernama Yuanbao.