Model ini terbuka untuk dilihat publik sebagai bagian dari pameran Jantung di Humanarium RCSI.
Para peneliti di RCSI University of Medicine and Health Sciences berharap dapat lebih memahami penyakit pada katup jantung mitral dengan model buatan yang meniru mekanisme kompleks katup tersebut.
Katup mitral jantung membuka dan menutup sekitar 100.000 kali setiap hari, menjadikan sifat mekanisnya sebagai kunci fungsi jantung yang sehat.
Ketika katup tidak bekerja dengan baik, darah bisa bocor ke belakang melalui jantung dalam kondisi yang disebut ‘regurgitasi mitral’. Kondisi ini mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, dan jumlah tersebut terus bertambah seiring dengan bertambahnya usia harapan hidup global.
“Memperluas pemahaman kita tentang fungsi katup mitral bergantung pada pengembangan alternatif sintetis yang menangkap perilaku mekanis kompleks katup, yang dicapai dalam penelitian ini,” jelas Dr Claire Conway, dosen di departemen anatomi dan pengobatan regeneratif RCSI, dan salah satu penulis studi baru yang diterbitkan di Acta Biomaterialia.
Penelitian ini didanai melalui RCSI Star Lectureship dan Research Ireland Frontiers for the Future Programme, dan dilaksanakan oleh RCSI Tissue Engineering Research Group.
Umumnya, katup mitral sintetis tidak memiliki sifat mekanik multi-arah dan tidak mampu menahan tekanan darah dan aliran jantung manusia, kata para peneliti.
Model baru ini membuat perubahan besar dengan menjadi yang “pertama dari jenisnya” yang menggabungkan sifat mekanis jaringan katup jantung yang sebenarnya, sekaligus beroperasi di bawah tekanan dan kondisi aliran jantung yang realistis, jelas mereka.
Model ini juga memungkinkan kontrol atas ketegangan dan ketebalan bagian yang memungkinkan katup membuka dan menutup secara efektif.
“Model ini menangkap anatomi asli dan fabrikasinya tepat serta dapat diulang,” kata Conway. “Tes fisik dan digital pada katup menunjukkan bahwa katup tersebut berhasil berfungsi di bawah aliran fisiologis dan tekanan fisiologis, yang menunjukkan kemajuan signifikan di bidangnya.”
Dr Sina Javadpour, penulis pertama studi ini dan rekan pascadoktoral di Trinity College Dublin, mengatakan: “Model ini memberi kita kendali yang tepat atas fitur-fitur utama katup mitral sambil tetap mereproduksi cara fungsinya di jantung.
“Hal ini menjadikannya alat yang ampuh untuk mempelajari penyakit katup dan menguji strategi perbaikan baru di lingkungan laboratorium yang terkendali.”
Model ini terbuka untuk dilihat publik sebagai bagian dari pameran Jantung di Humanarium di RCSI.