Divisi robotika baru Samsung menunjuk mantan pimpinan Boston Dynamics

Rizal Santoso
Rizal Santoso

Sebagai jurnalis yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di media Indonesia, saya berkomitmen untuk menyajikan informasi yang relevan dan otentik agar pembaca lebih dekat dengan keragaman Indonesia.

Perusahaan Korea tersebut berencana untuk mendirikan pusat penelitian robotika di AS, Tiongkok, dan Jepang serta mengkonsolidasikan operasi tersebut di bawah strategi yang dipimpin oleh Dongkun Lee.

Samsung Electronics sedang membangun divisi robotika baru yang melapor langsung kepada kepala eksekutifnya dan diawasi oleh mantan ahli strategi robotika Hyundai Motor Group yang baru saja direkrut.

Divisi ‘pengalaman robotika’ (RX) baru dari raksasa Korea Selatan ini akan mengawasi strategi robotika jangka menengah dan panjang, pengembangan teknologi inti, dan pelaksanaan bisnis sambil memperluas kemampuan penelitian di dalam negeri dan internasional, menurut laporan media hari ini (21 Juli).

Perusahaan berencana untuk mendirikan pusat penelitian robotika di AS, Tiongkok, dan Jepang serta mengkonsolidasikan operasi tersebut di bawah RX, yang strateginya akan dipimpin oleh Dongkun Lee. Lee sebelumnya bertanggung jawab atas strategi robotika Hyundai Motor Group, termasuk arahan anak perusahaannya yang kini dimiliki sepenuhnya, Boston Dynamics.

Bloomberg melaporkan bahwa langkah Samsung kemungkinan akan mengarah pada perluasan kolaborasi antara Samsung dan Hyundai di bidang robotika.

Divisi RX juga mempekerjakan dua akademisi dengan latar belakang terkemuka dalam panduan dan kontrol robot otonom dan drone, serta desain tangan dan gripper robot yang bertujuan untuk fungsi ketangkasan yang dibutuhkan robot humanoid untuk tugas fisik.

Samsung sebelumnya telah mencatat biaya dan kompleksitas penerapan fungsi seperti tangan cekatan pada humanoids.

Awal tahun ini, perusahaan tersebut mengatakan mereka menginginkan hasil robotika humanoid yang nyata pada tahun 2026 dan akan mempertimbangkan investasi dan akuisisi jika diperlukan. Perusahaan ini memiliki tujuan untuk menyebarkan robot humanoid di lokasi manufaktur sebelum berpotensi memperluasnya ke rumah dan ritel.

Saham Samsung naik sekitar 6 persen hari ini menyusul berita tersebut. Laporan menunjukkan bahwa perusahaan berencana untuk berinvestasi sekitar $13 miliar dalam mengembangkan infrastruktur AI fisik dan fasilitas manufaktur robot humanoid di lokasinya di kota Gumi.

Pekan lalu, setelah akuisisi penuh atas Boston Dynamics, dilaporkan bahwa Hyundai berencana untuk menyebarkan robot humanoid Atlas di beberapa pabriknya di AS.

Raksasa teknologi Amerika telah melakukan investasi di bidang robotika pada tahun 2026. Pada bulan Mei, Meta mengakuisisi perusahaan rintisan robotika humanoid, Assured Robot Intelligence; pada bulan Maret, Amazon membeli Fauna Robotics yang berbasis di New York.