Perusahaan mengatakan ingin menghilangkan aspek prosedural membosankan yang melekat pada penelitian ilmiah dengan menyatukan alat, sumber daya, format file, dan database yang terfragmentasi.
Anthropic, perusahaan AI di belakang Claude dan Mythos, telah meluncurkan penawaran ‘Claude Science’, yang digambarkan sebagai “meja kerja AI untuk para ilmuwan”.
Diklasifikasikan sebagai “aplikasi beta publik” yang berjalan menggunakan model Claude yang sudah ada, Anthropic mengatakan produk barunya akan “mengintegrasikan alat dan paket yang paling sering digunakan para peneliti” untuk menghasilkan “artefak yang dapat diaudit”, dan menyediakan “akses fleksibel ke sumber daya komputasi”.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk menghilangkan aspek prosedural membosankan yang melekat pada penelitian ilmiah dengan menyatukan alat, sumber daya, format file, dan database yang terfragmentasi “ke dalam satu lingkungan penelitian di mana para ilmuwan dapat melakukan semua tahapan pekerjaan mereka”.
Aplikasi tersebut, yang kini tersedia dalam versi beta melalui paket Claude Pro, Max, Team, dan Enterprise, dapat membantu pengguna ilmiah menganalisis literatur, melakukan penelitian multi-langkah, menghasilkan artefak terperinci, dan menyempurnakan gambar dan manuskrip secara berulang sebelum dipublikasikan, menurut pembuatnya.
Anthropic, dalam postingan blog yang merinci rilis tersebut, mengatakan bahwa Claude Science dapat secara asli membuat “artefak ilmiah yang kaya, termasuk struktur protein 3D, jejak browser genom, struktur kimia, dan banyak lagi”, di samping menghasilkan deskripsi bahasa sederhana tentang bagaimana angka-angka tersebut dibuat, untuk digunakan untuk validasi, pencatatan, dan reproduksi di kemudian hari.
Aplikasi ini juga dapat menangani perencanaan dan alokasi sumber daya untuk analisis skala besar yang biasanya memerlukan pemantauan terpisah dan keputusan kapasitas komputasi yang harus dibuat oleh peneliti atau tim, menurut Anthropic.
“Saat pipeline berjalan, agen peninjau memeriksa keluaran, menandai kutipan yang salah, nomor yang tidak dapat dilacak, dan angka yang tidak cocok dengan kode dasarnya, dan melakukan koreksi sendiri,” tulis postingan blog tersebut.
Aplikasi ini juga dikatakan mampu mensintesis jawaban atas pertanyaan pengguna melalui konsultasi berbagai database dan sumber informasi ilmiah tepercaya, yang dapat disesuaikan dengan preferensi pengguna.
Anthropic mencatat bahwa dalam beberapa bulan terakhir, para peneliti telah menggunakan Claude Science dalam versi beta untuk tugas-tugas seperti analisis sekuensing RNA sel tunggal, prediksi struktur protein, kimia informatika, dan banyak lagi.
Sementara itu, Bloomberg melaporkan bahwa Anthropic telah mulai mengerjakan skema penemuan obat praklinis internal di luar lingkup penelitian bioteknologi dan farmasi tradisional.
Awal pekan ini, Google Cloud Marketplace mengatakan akan mulai menawarkan dua ‘model kuantitatif besar’ (LQM) yang dikembangkan oleh SandboxAQ pada akhir tahun 2026 dengan tujuan mendorong pengembangan yang dibantu AI dalam ilmu material, layanan kesehatan, dan penemuan obat.
SandboxAQ sudah terintegrasi dengan model Claude AI Anthropic. Mereka mengklaim LQM-nya dapat menawarkan “kemajuan penting” di sektor-sektor seperti ilmu hayati, jasa keuangan, dan navigasi.
Dalam berita Anthropic lainnya, setelah berminggu-minggu ketidakpastian seputar status dan ketersediaan Claude Fable 5 dan Mythos 5 karena kebuntuan antara pemerintah AS dan Anthropic, larangan ekspor model AI tersebut telah dicabut oleh Departemen Perdagangan negara tersebut kemarin (30 Juni).